Selamat Jalan Nenekku Tersayang


nenek tersayang10 Oktober 2009,diusiamu jelang 90tahun
kau hembuskan napas terakhirmu

Nek….
aku terlambat
Aku tak turut men-solatimu dan membopongmu bersatu dengan tanah
Aku cuma dapat turut meratakan tanah diatas pusaramu

Nek…..
Aku belum sempat memberi kebahagian buatmu
Walau kau sudah tidak mengingatku, cucumu
Bahkan anakmu sendiri yang juga bundaku

Nek….
aku terlambat
Aku tak turut men-sholatimu dan membopongmu bersatu dengan tanah
Aku cuma dapat turut meratakan tanah diatas pusaramu

Nek….
Itu penyesalanku, tapi kuharus merelakanmu
Semoga diterima semua amal ibadahmu
Diterangi dan dilapangkan kuburmu
Hadiah Al-Fatihah kan kukirimkan khusus untukmu

Aku menyayangimu nek….
Dan aku ikhlas melepasmu
Ku yakin Allah mendengar do’aku
Walaupun tertulis dalam ruang semu
Saksi keikhlasanku, menghantarmu menemui Sang Pencipta

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun”

Iklan

I love U Ma…


Ma… maafkan anakmu, masih belum bisa membahagiakanmu

Aku hanya dapat mendo’akanmu dalam setiap shalatku

Ma.. aku dan cucumu kelak, masih ingin melihatmu

Melihat ketegaran, keikhlasan dan seluruh gurat keriput perjuanganmu

Aku tahu, kau tidak ingin merepotkan anak-anakmu hingga akhir hayatmu

Ya Allah, izinkan baktiku tuntas hingga akhir hayatnya

Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui apa yang tak kuketahui

Berikan kekuatan, ketegaran dan keikhlasan padaku

Bahkan disaat terpuruk, jangan Kau menjauh, sekalipun diriku marah pada-Mu

amin,

Tawadhu-ku


Ya Allah, Cobaan apa lagi ini
Walau kubersyukur tabir terbuka
Doaku tlah terjawab
Namun, Kenapa selalu harus disaat segalanya mudah
Inikah bagian dari ujianku
Ya Allah, inikah awal ujian terberatku?

Apa aku sanggup ya Allah?

Kumohon jangan Kau menjauh dariku
Walau disaat kumurka kepada-Mu sekalipun

Jagalah aku dengan malaikat2-Mu
Sirami akhlakku dengan Nur Nabi Muhammad
Beri aku ketabahan layaknya Nabi Ayub
Beri aku Kesabaran layaknya Nabi Musa
Beri aku Keikhlasan Layaknya Nabi Ibrahim
Basuh ragaku dengan keteguhan Nabi Yusuf

Aku bersujud dan berserah diri pada-Mu
Berikan petunjuk-Mu
Ketika seluruh ikhtiar kucurahkan semata-mata karena-Mu
Aku tahu Kau Maha Mengetahui apa yang tak ku ketahui
Kau Maha Menentukan apa yang tak bisa kutentukan
Tunjukkan jalan bagiku
Istiqomahkan langkahku

Amin,

BATAS – antara keinginan dan kenyataan


antara keinginan dan kenyataan Jaleswari (Marcella Zalianty), dengan ambisi dan kepercayaan diri yang penuh, mengajukan diri untuk mengambil tanggung jawab memperbaiki kinerja program CSR bidang pendidikan yang terputus tanpa kejelasan. Dia menyanggupi masuk ke daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan dan menjanjikan dalam dua minggu ketidakjelasan itu dapat diatasi.

Ternyata suatu kehendak belum tentu sejalan dengan dengan kenyataan. Daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan memiliki pola kehidupannya sendiri. Mereka memiliki titik pandang yang berbeda dalam memaknai arti garis perbatasan. Mereka tidak terlalu perduli tentang kawasan batas negara. Mereka hidup dengan kesadaran wawasan budaya Dayak yang tidak terpisahkan oleh demarkasi batas politik. Peristiwa kehidupan yang unik membawa Jaleswari dalam situasi yang pelik. Konflik batin terjadi ketika dia terperangkap pada masalah kemanusiaan yang jauh lebih menarik dan menyentuh dibanding data perusahaan yang sangat teoritis dan teras kering karena pada hakekatnya masalah rasa sangat relatif dan memiliki kebenaran yang berbeda.

Jaleswari berada dalam tapal batas pilihan. Karisma hutan dan pola hidup masyarakat telah menyadarkan dirinya bahwa upaya memperbaiki kehidupan masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan adat istiadat setempat. Peristiwa kehidupan manusia yang melanggar adat dan mampu menyengsarakan sesamanya tergelar jelas di depan mata. Jaleswari sangat memahami Adeus, seorang guru yang dipercayakan menjalankan program pendidikan, kini menjadi pribadi pendiam dan apatis, karena sistem pendidikan yang diinginkan perusahaan di Jakarta tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Masyarakat lebih memilih untuk menjadi tenaga kerja yang dijanjikan jadi kaya oleh penjual jasa bernama Otik. Salah satu korbanya adalah Ubuh (Ardina Rasti), pekerja TKI yang melarikan diri dari negara tetangga. Oleh masyarakat Dayak di sana, Ubuh tak hanya memperoleh perlindungan namun juga kehangatan dan keramahan yang perlahan membuatnya berangsur pulih dari trauma.

Tragedi kemanusiaan ini, merubah pemikiran Jaleswari. Semua peristiwa terjadi di depan matanya. Jiwanya goncang dan Panglima Dayak (Piet Pagau), kepala suku menuntunnya memahami ‘bahasa hutan’ yang mengetengahkan rasa hormat dan cinta untuk tidak merusak, dan malah sebaliknya menjaga dan meningkatkan harkat manusia dan lingkungan kehidupannya. Langkah Jaleswari sangat membantu Arif (Arifin Putra) sebagai instrumen negara yang dalam penyamaran dan ditugaskan di wilayah perbatasan.

Sensus Makhluk Laut Pertama Di Dunia


Ditemukan sekitar 250.000 spesies baru dan sekitar 750.000 spesies yang belum ditemukan. Dimulai pada tahun 2000 dan dipelopori oleh Fred Grassle dari Rutgers University dan Jesse Ausubel dari Alfred P. Sloan Foundation, dengan biaya total senilai $ 650.000.000.

Berdasarkan hasil Sensus ini diperkiraan lebih dari 1 juta spesies yang hidup di lautan dunia dan hanya 250.000 dari mereka secara resmi terdapat pada literatur ilmu pengetahuan, tentu saja hal merupakan hal dimana banyak dari makhluk hidup di lautan yang belum diketahui, sehingga hasil sensus ini akan sangat membantu dalam mengenai makhluk yang terdapat dilautan. Banyak Penemuan mengejutkan yang ada selama sensus seperti sejumlah besar dari spesies yang belum diketahui menunjuklan dengan tegas bahwa lautan merupakan ekosistem yang sangat luas dan ada banyak yang belum diketahui oleh manusia.

krisis air


Air! air! air!
Ember kosong mencuri tenang dari tidurku
Lagi-lagi, bingkai mimpi kehilangan satu sudut
Percuma aku bangun
Yang kulihat hanya bumi menangis sendu

Air berteriak sampai kering
Detak jantung hutan berhenti, ditusuki ranting kering
Penyakit datang, berakhir kematian
bukan karena perang, tapi langkanya air bersih

Kotori saja bumi kita, biar senang puaskan diri sendiri
Habiskan sumber mata air kita, buat cepat dunia binasa
Apakah itu keinginan kita?
Apa yang telah kita lakukan pada bumi kita?
sampai kapan?
Aku butuh napas untuk berhati bersih
Bumi rindu penyelamat air kehidupan
Apakah anda penyelamat itu?
Ayo beri air pada anak cucu
Tapi bukan air mata

(Nadine Chandrawinata dalam puisi lagu “Krisis Air” Slank)

Download

Usersearch.net.

Tak sanggup ku menentang-Mu


Hidupku lahir dari kemauan-Mu

Aku hadir atas Izin-Mu

Kau titipkan aku pada rahim-rahim ciptaan Mu…

tanpa mereka sadar aku adalah milik Mu

%d blogger menyukai ini: