Posts from the ‘Kabar kabari’ Category

BATAS – antara keinginan dan kenyataan


antara keinginan dan kenyataan Jaleswari (Marcella Zalianty), dengan ambisi dan kepercayaan diri yang penuh, mengajukan diri untuk mengambil tanggung jawab memperbaiki kinerja program CSR bidang pendidikan yang terputus tanpa kejelasan. Dia menyanggupi masuk ke daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan dan menjanjikan dalam dua minggu ketidakjelasan itu dapat diatasi.

Ternyata suatu kehendak belum tentu sejalan dengan dengan kenyataan. Daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan memiliki pola kehidupannya sendiri. Mereka memiliki titik pandang yang berbeda dalam memaknai arti garis perbatasan. Mereka tidak terlalu perduli tentang kawasan batas negara. Mereka hidup dengan kesadaran wawasan budaya Dayak yang tidak terpisahkan oleh demarkasi batas politik. Peristiwa kehidupan yang unik membawa Jaleswari dalam situasi yang pelik. Konflik batin terjadi ketika dia terperangkap pada masalah kemanusiaan yang jauh lebih menarik dan menyentuh dibanding data perusahaan yang sangat teoritis dan teras kering karena pada hakekatnya masalah rasa sangat relatif dan memiliki kebenaran yang berbeda.

Jaleswari berada dalam tapal batas pilihan. Karisma hutan dan pola hidup masyarakat telah menyadarkan dirinya bahwa upaya memperbaiki kehidupan masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan adat istiadat setempat. Peristiwa kehidupan manusia yang melanggar adat dan mampu menyengsarakan sesamanya tergelar jelas di depan mata. Jaleswari sangat memahami Adeus, seorang guru yang dipercayakan menjalankan program pendidikan, kini menjadi pribadi pendiam dan apatis, karena sistem pendidikan yang diinginkan perusahaan di Jakarta tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Masyarakat lebih memilih untuk menjadi tenaga kerja yang dijanjikan jadi kaya oleh penjual jasa bernama Otik. Salah satu korbanya adalah Ubuh (Ardina Rasti), pekerja TKI yang melarikan diri dari negara tetangga. Oleh masyarakat Dayak di sana, Ubuh tak hanya memperoleh perlindungan namun juga kehangatan dan keramahan yang perlahan membuatnya berangsur pulih dari trauma.

Tragedi kemanusiaan ini, merubah pemikiran Jaleswari. Semua peristiwa terjadi di depan matanya. Jiwanya goncang dan Panglima Dayak (Piet Pagau), kepala suku menuntunnya memahami ‘bahasa hutan’ yang mengetengahkan rasa hormat dan cinta untuk tidak merusak, dan malah sebaliknya menjaga dan meningkatkan harkat manusia dan lingkungan kehidupannya. Langkah Jaleswari sangat membantu Arif (Arifin Putra) sebagai instrumen negara yang dalam penyamaran dan ditugaskan di wilayah perbatasan.

Sensus Makhluk Laut Pertama Di Dunia


Ditemukan sekitar 250.000 spesies baru dan sekitar 750.000 spesies yang belum ditemukan. Dimulai pada tahun 2000 dan dipelopori oleh Fred Grassle dari Rutgers University dan Jesse Ausubel dari Alfred P. Sloan Foundation, dengan biaya total senilai $ 650.000.000.

Berdasarkan hasil Sensus ini diperkiraan lebih dari 1 juta spesies yang hidup di lautan dunia dan hanya 250.000 dari mereka secara resmi terdapat pada literatur ilmu pengetahuan, tentu saja hal merupakan hal dimana banyak dari makhluk hidup di lautan yang belum diketahui, sehingga hasil sensus ini akan sangat membantu dalam mengenai makhluk yang terdapat dilautan. Banyak Penemuan mengejutkan yang ada selama sensus seperti sejumlah besar dari spesies yang belum diketahui menunjuklan dengan tegas bahwa lautan merupakan ekosistem yang sangat luas dan ada banyak yang belum diketahui oleh manusia.

krisis air


Air! air! air!
Ember kosong mencuri tenang dari tidurku
Lagi-lagi, bingkai mimpi kehilangan satu sudut
Percuma aku bangun
Yang kulihat hanya bumi menangis sendu

Air berteriak sampai kering
Detak jantung hutan berhenti, ditusuki ranting kering
Penyakit datang, berakhir kematian
bukan karena perang, tapi langkanya air bersih

Kotori saja bumi kita, biar senang puaskan diri sendiri
Habiskan sumber mata air kita, buat cepat dunia binasa
Apakah itu keinginan kita?
Apa yang telah kita lakukan pada bumi kita?
sampai kapan?
Aku butuh napas untuk berhati bersih
Bumi rindu penyelamat air kehidupan
Apakah anda penyelamat itu?
Ayo beri air pada anak cucu
Tapi bukan air mata

(Nadine Chandrawinata dalam puisi lagu “Krisis Air” Slank)

Download

Usersearch.net.

%d blogger menyukai ini: