Hidup itu pilihan katanya, tetapi saat-saat menentukan pilihan itulah pekerjaan/tantangan yang paling berat. Berbagai pertimbangan, berbagai masukan terkadang meringankan atau malah sebaliknya semakin memberatkan neraca masing-masing pilihan.

Disatu sisi, semua pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.

Saat-saat seperti itu ada kalanya kita gencar bertemu dan memerangi musuh yang paling kuat dan hebat. Musuhnya siapa? Ya EGO yang dalam diri kita sendiri.

Orang yang berpikir pendek kadang sampai harus bunuh diri. Saya juga berpikir bunuh diri. Bunuh diri tidak semata-mata diartikan mengakhiri hidup. Bunuh diri yang dimaksud adalah membunuh EGO dalam diri sendiri. Namun tak bisa. Paling tidak sudah ada usaha untuk mengurangi dominasi EGO yang berusaha mengkudeta diri saya.

Ternyata tak mudah menemukan persembunyiannya, pertama musuh ini semu tapi nyata. Semu karena memang tidak berwujud, nyata karena memang ada dalam diri kita. Kedua, tak semudah membalikan telapak tangan untuk mengurangi EGO seseorang.

Thank’s to Annot[dot]com atas tulisan menariknya…….

Iklan